Forum Diskusi dan Laporan

penataan Kawasan Wi...
 
Notifications
Clear all

penataan Kawasan Wisata Dataran Tinggi (KWDT) Dieng  

   RSS

0

Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono menjelaskan, Pemerintah siap menggelontor dana Rp 8,2 miliar untuk pengaturan Lokasi Wisata Dataran Tinggi (KWDT) Dieng Kabupaten Banjarnegara. Hal itu dikatakan bupati waktu lakukan pemeriksaan object wisata lokasi Dieng, dan beberapa sarana yang berada di tujuan, Selasa (26/11/2019). Dia dibarengi Kepala Dinas Pariwisata serta Kebudayaan, Dwi Suryanto, Staf Pakar Bupati Aris Sudaryanto, Kabag Umum Agung Yusianto, Sekcam Batur Martoyo, serta praktisi wisata di Dieng.

Dalam kunjungan itu, bupati mengevaluasi E-ticketing di pintu Candi Arjuna, Kawah Sikidang, Museum Kailasa, serta kompleks rest ruang Telaga Sewiwi. Budhi menjelaskan, Kabupaten Banjarnegara barusan mendapatkan alokasi APBN sebesar Rp Rp. 1,68 triliun pada tahun budget 2020. Menurut dia, searah dengan mandat presiden serta prioritas kebijaksanaan yang sudah diputuskan, budget yang sudah diterima akan diprioritaskan pada akselerasi pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ekonomi rakyat serta birokrasi yang efektif.

“Saya lihat kenyataan yang ada, Dieng tetap sukses melebihi sasaran, serta melewati atau over sasaran dalam pencapaian PAD dari sasaran yang sudah diputuskan,” kata bupati.

“Jadi, saya harus juga memberikan perhatian pada pembangunan di Dieng dari DAK yang kami terima tempo hari, kami akan distribusikan 8,2 M untuk pembangunan wisata di sini. Ini sesuai kenyataan, Dieng telah memberikan penghasilan, pemerintah harus merawatnya dengan memenuhi sarana yang diperlukan pelancong kan demikian?,” tutur bupati.

Budhi menginginkan, rest ruang di jalan penting Dieng selekasnya terjadi, sebab penting jadi fasilitas untuk niat puasa mengurai kemacetan. Diluar itu, dapat juga digunakan untuk wahana promo penjualan produk UMKM serta oleh-oleh ciri khas Banjarnegara.

“Rest ruang dengan sarana yang komplet, ramah serta murah, akan memberikan kenyamanan buat pelancong yang hadir. Hingga mereka tidak kapok ke Dieng sebaliknya akan gethok tular, berkesan serta tentu hadir ke sini,” harapnya.

“Oh ya parkir serta toilet penting. tersedianya bermacam produk lokal, hingga pelancong dapat memperoleh suvenir di tempat itu. Ini kesempatan untuk industri kreatif,” katanya.

Menyikapi hal itu, Kepala Disparbud Dwi Suryanto menjelaskan, siap melakukan instruksi bupati. Ia memberikan laporan, atas sasaran PAD yang diputuskan sebesar Rp. 11.570.000.000, s/d minggu ke-3 bulan Nopember sudah terwujud serta over sasaran Rp. 122.919.000 hingga jumlahnya keseluruhan penghasilan Rp. 11.688.919.000.

“Terhadap hal itu pasti kami berterima kasih atas doa, suport serta motivasi Bapak Bupati yang terus jadikan sumber ide dab semangat, buat kami dan semua petugas UPT untuk kerja,” tuturnya.

Menurut Dwi Suryanto, perolehan itu malah terus jadi semangat baginya serta korps-nya untuk berusaha lebih optimal .

“Barangkali hal yang di perlukan pasti penambahan kualitas daya tarik serta penambahan SDM dari beberapa hal terhitung sarana service, diperlukan sarana beberapa petugas contoh uang makan harian perform petugas. Hingga kawan-kawan di lapangan lebih giat ,” paparnya.

Disinggung pemakaian e-ticketing, Dwi Suryanto memgaku hal itu benar-benar menolong.

“Dengan aplikasi e ticketing, pelancong semakin lebih gampang beli ticket. Tidak harus di loket. Tetapi dapat beli dengan online. Keringanan ini diinginkan akan meningkatkan volume penjualan ticket,” katanya.

Di kesempatan itu bupati serta rombongan mengevaluasi pasar di komplek cikidang serta pembangunan kompleks Telaga Siwiwi yang masih juga dalam proses.Dwi Suryanto memberikan tambahan, over sasaran itu diraih sampai minggu ke-3 Nopember, jadi sampai akhir Desember di prediksi kira-kira 1,4 sampai 1,5 M. E-Tiketing sebagai usaha penambahan service pada pelancong. *(Muji P/Dinkominfo)*

Your Answer


 
Preview 0 Revisions Saved
Share: