Forum Diskusi dan Laporan

Notifications
Clear all

Dibangunnya jalan bagus di Desa Rakitan hingga Kaliurip  

  RSS
firman
(@firman)
New Member

Dibuatnya jalan bagus di Desa Rakitan sampai Kaliurip disadari warga seputar desa itu benar-benar menolong dalam hidupkan simpul ekonomi rakyat. Ini dikatakan piranti desa serta masyarakat yang sebagian besar jadi petani salak waktu pemeriksaan jalan oleh Bupati Budhi Sarwono di tempat itu, Senin (23/9/2019).

Jalan yang sedang dibuat ialah ruas jalan dari Rakitan – Kaliurip – Pakelen Kecamatan Madukara, yang menyambungkan ke jalan Jalan Raya Banjarmangu di pertigaan Magangan, selama kira-kira 8 km. dengan lebar jalan 6 mtr., dengan dana APBD sebesar Rp. 7.445.000.000 Sekarang prosedurnya telah seputar 85 %.

Bupati lakukan pemeriksaan sampai ke Desa Pakelen, dibarengi piranti desa ditempat. Darman, petani Salak dari Rakitan, menjelaskan, dengan jalan yang bagus ini benar-benar menolong petani salak jual hasilnya ke kota serta wilayah lain.

“Walaupun belum usai seratus %, tetapi jalan ini sangatlah enak. Khususnya di tanjakan Bogoan yang cukup ekstrim, kendaraan saya bisa melintasinya dengan gampang. Walau sebenarnya saya bawa serta muatan salak penuh satu bak,” narasi Darman.

“Sering berlangsung kendaraan tidak kuat, khususnya jika muat banyak, sebab sebelumnya memang keadaannya cukup kronis, terutamanya di Tanjakan Bogoan ini,” tambah Darman.

Masyarakat lain, Maryo, dari Rakitan akui benar-benar terbantu dengan dibuatnya jalan yang setiap hari dilaluinya itu.

“Pastinya saya benar-benar suka, bawa serta salak ke pasar tambah lebih mudah dan cepat, serta masih ada lebihnya. Apalagi harga salak saat ini sedang cukup. Alhamdulillah, puji syukur” tutur Maryo.

Bupati Budhi Sarwono menjelaskan, dianya butuh lakukan penelusuran langsung ke tempat mengingat keadaan jalan itu semula rusak kronis dengan keadaan tanah yang labil.

“Saya tidak yakin cuma dari laporan, jadi tetap pastikan langsung di lapangan, dengan berdasar pada segi yang sudah diputuskan. Jalan ini riskan, ada banyak tanjakan serta kelokan ekstrim jadi harus betul-betul bagus,” kata Budhi Sarwono.

Budhi memberikan tambahan, arti jalan ini penting. Selain jadi transportasi masyarakat, anak sekolah serta memudahkan service kesehatan, serta adalah jalan ekonomi masyarakat desa seputar yang sebagian besar jadi juragan serta petani salak.

“Pastinya penting makna jalan ini, anak sekolah dapat lebih gampang ke sekolah. Ibu hamil yang ingin ke Puskesmas dapat lebih gampang. Petani salak jadi makin gampang jual hasil bumi,” tambah Budhi.

“Setahun lalu saya mengevaluasi jalan ini serta saya ingat benar Ibu Kepala desa Rakitan saat itu narasi ada ibu hamil yang pernah jatuh di jalan ini. Mudah-mudahan tidak ada narasi semacam itu .” kata Budhi.

Menurut bupati, Pemkab Banjarnegara sedang memburu prioritas pembangunan jalan usai di tahun 2020, hingga di tahun 2021 dapat kembali mengutamakan pemberdayaan ekonomi rakyat, pendidikan serta pariwisata.

“Memang sampai 2020, jalan kita prioritaskan. Maksudnya untuk memberi keringanan akses buat segi kehidupan lain, seperti pendidikan, service kesehatan serta ekonomi rakyat. Jadi jalan yang baik ialah fondasi untuk kebutuhan-kebutuhan itu,” kata bupati.

Pada Kepala Desa serta piranti desa ditempat, bupati menyarankan tidak untuk ragu-ragu memakai dana desa buat kebutuhan pembangunan infrastruktur.

“Yang penting sesuai dengan ketentuan, kita tak perlu takut. Jika kita sangsi, takut, pembangunan akan terganggu,” himbau bupati.

Salah satu orang piranti desa Pakelen, Turrohman, yang temani bupati, menjelaskan desanya sudah mengutamakan pembangunan jalan desa sesuai dengan ketentuan yang ada.

“Bisa disaksikan pembangunan di desa kami telah sentuh berjalan-jalan kampung, dengan kualitas yang baik sesuai dengan bestek. Kami memakai aspal hitam yang kuat,” katanya.

Quote
Posted : 28/11/2019 2:36 am

Leave a reply


 
Preview 0 Revisions Saved
Share: