Forum Diskusi dan Laporan

Notifications
Clear all

Bumi Adalah Ibu yang Pantang Dikotori  

  RSS
fadilarizky
(@fadilarizky)
New Member

Bumi ini tempat kita dibawa berdasar menjadi arif. Bumi atau Pertiwi melahirkan, membesarkan, pelihara, jaga, menjaga, serta pada akhirnya 'mengambil' kembali pada dalam pelukannya pada waktunya. Lalu, mengapa dikotori serta dipenuhi sampah seenaknya?

Tokoh spiritual Rasa Acharya Praburaja Darmayasa mencuplik Atharva Veda 12.1.12 yang menyebutkan bagwa Mata bhumi putro’haṁ pṛthivyaḥ (Bumi ialah ibuku serta Saya ialah putra Bumi Pertiwi).

"Bumi ialah putri dari Dewa Prajapati. Beliau dikait-kaitkan dengan Dewa Dyaus atau Dewa Langit. Bukan mustahil ini sebagai 'rujukan' beberapa leluhur Bali yang menyebutkan Bapa Akasha Ibu Pertiwi, jika Akasha (langit) ialah Ayah serta Pertiwi (bumi) ialah Ibu," tutur pria kelahiran Padangtegal, Ubud ini. Diterangkan murid tunggal Pakar Kundalini India, Acharya Kamal Kishore Goswami ini, adat leluhur mengatakan jika Pertiwi ialah permaisuri dari Sri Viṣṇu dengan putranya namanya Bhoma. "Viṣṇu dalam soal ini ialah awatara Viṣṇu yang ke-3, yakni Varaha Avatara, Sri Viṣṇu yang berawatara ambil rupa atau bentuk jadi babi rimba," jelas tokoh usadha yang pelatih Meditasi Angka ini.

Jadi Sakti atau permaisuri dari Sri Viṣṇu, lanjut Darmayasa, Ibu Pertiwi dipuji oleh tiap pengikut ajaran Veda atau Hindu Dharma tiap hari. Pada pagi hari tiap turun dari tempat tidur, sebelum menginjakkan kaki ke atas tanah atau bumi, beberapa pengikut ajaran Dharma ucapkan mantra meminta izin pada Ibu Pertiwi untuk menginjakkan kaki ke atas bumi ini.

Mantra menghormat Ibu Pertiwi sebelun turun dari tempat tidur serta sebelum sentuh Ibu Pertiwi dengan kaki: 'Samudra-vasane devī parvata-stana-maṇḍale, viṣṇu-patnīṁ namastubhyaṁ pāda-sparśaṁ kṣamasva me'. Tiap melancong dengan pesawat, mantram ini sangat menyenangkan disampaikan jika pesawat akan datang. "Sedang adat beberapa arif yang memiliki rasa bhakti dalam pada Ibu Pertiwi, demikian mereka mengerti kematian menjemputnya, jadi mereka ucapkan mantra-Pertiwi itu, meminta pada Ibu Pertiwi supaya membuka pintu kedamaian kekal ke arah pangkuan Ibu Pertiwi," tutur pria yang membuat ashram di Padanggalak, Sanur.

Diterangkan Darmayasa, Bumi memiliki jumlahnya nama yang banyak sekali. Bumi ialah Pṛthivī sebab bumi adalah wadah yang menyokong kita, serta oleh karena itu bumi ialah Ibu. Leluhur Nusantara memberi nama Ibu Pertiwi untuk menyebutkan bumi ini, sangat berarti. "Tanpa ada bumi kita tidak dapat lihat kehidupan di dunia ini, alias kita tidak ada benar-benar. Kehadiran kita hanya sebab Ibu Pertiwi. Memuja Ibu Pertiwi bukan satu kekeliruan, tetapi pembersih serta 'penghapus' kekeliruan. Pertiwi ialah Ibu yang menyokong serta yang pelihara kita," tuturnya.

Bumi dikatakan sebagai Bhūmadevī jadi kemampuan penguasa bumi. Dikatakan sebagai Bhuvaneśvarī sebab adalah Ratu Penguasa dari bumi. Bumi dikatakan sebagai Pṛthvī atau Pertiwi sebab bumi menyokong semua makhluk di atas muka bumi ini. Dikatakan sebagai Vasudhā sebab bumi memberi semua tipe kekayaan pada makhluk hidup Tuhan yang hidup di atas muka bumi ini. Bumi dikatakan sebagai Bhūdeva atau Bhūvatī, panggilan yang sama juga dengan Bhūmadevī sebab adalah Dewi Maha Agung Penguasa Bumi. "Panggilan benar-benar menarik lainnya mesin cuci 2020 untuk bumi ialah Vasundharā, yang bermakna sumber timbulnya semua harta kekayaan tanpa terbatas, serta kelak selanjutnya akan kembali juga ke aslinya," urai tokoh spiritual yang membidik memberi satu juta buku Bhagawadgita pada umat Hindu ini.

Ditambahkannya, Vasundharā adalah wadah tidak terbatas untuk isi kekayaan yang tidak terbatas. "Bumi ialah Vasundharā, sumber harta benda atau kekayaan yang tidak ada batasnya," katanya. Serta, banyak panggilan lain untuk bumi.

"Bumi ialah Ibu. Pertiwi ialah Ibu. Ibu ialah Ibu, penghidup serta pemelihara," urainya.

Diterangkan Darmayasa, dalam ajaran Veda ada tujuh (7) Ibu yang pantas dijaga serta dihormati secara baik oleh tiap umat. Ke-7 Ibu itu ialah Atma-mātā, yakni ibu kandung sendiri, selanjutnya Guru-patnī, ialah istri dari Guru. Setelah itu Brāhmaṇī atau beberapa brāhmaṇa wanita. Selanjutnya Rāja-patnikā, istri atau permaisuri dari raja atau pemimpin negara. Setelah itu Dhenuḥ, yaitu sapi ialah Ibu buat kita.

Dhātrī, yaitu beberapa wanita yang menjaga atau jaga kita, serta Pṛthvī, yakni bumi. Ditambahkannya, ada pepatah menjelaskan 'Vir bhogya vasundhara'. Tujuannya, jika bumi ini bisa di nikmati cuma oleh beberapa orang yang teguh serta gagah berani. Kejayaan serta kemuliaan bumi tidak buat mereka yang pemalas, lemah jiwa, jauh dari kebesaran hati serta tidak pikirkan kebaikan dan kemuliaan lainnya.

"Bumi ini tidak buat mereka yang tidak 'pernah' hadapi tantangan-tantangan hidup. Bumi ini untuk tidak beberapa pencinta, tetapi bumi bisa di nikmati cuma oleh mereka yang telah melalui beberapa tempaan serta masalah hidup yang tidak kecil serta cukup banyak. Cuma satu orang VÄ«ra (satu orang Perwira) yang 'pantas' nikmati bumi serta semua kekayaan dan kemuliaannya," urainya.

Darmayasa menjelaskan, Bumi memang memberi cukup makan minum pada beberapa orang lemah. Namun, memberi semua kekayaan serta kemuliaan pada sang Perwira, pada orang yang gagah berani dalam hadapi semua rintangan serta masalah hidup. Serta, bumi memberi keseluruhnya dianya pada mereka yang mengasihinya.

"Berikut hal yang dilalaikan oleh kita. Beberapa orang lupakan bagaimana menyukai serta mengasihi Ibu Pertiwi," jelasnya.

Bumi malah tanpa henti dirusak, sampah juga pada akhirnya jadi permasalahan. Disebutkan Darmayasa, pada jaman kekinian dimana beberapa orang cukup sudah terpelajar, sebaiknya sampah-sampah plastik serta yang lain telah tidak lagi ada. Sebab, beberapa orang yang buang sampah plastik asal-asalan, hanya beberapa orang yang belum pernah mengenyam pendidikan sekolah. Ditambah lagi bila hal tersebut dikerjakan pada acara-acara keagamaan serta spiritual. " Tidak perduli serta buang sampah asal-asalan bukan kekeliruan , tetapi 'dosa' serta 'kejahatan' dikerjakan pada Ibu Pertiwi yang benar-benar mengasihi dan memberi semua kemuliaan pada manusia," ujarnya.

Quote
Posted : 25/12/2019 12:46 am

Leave a reply


 
Preview 0 Revisions Saved
Share: