ADA CUKUR RAMBUT GEMBEL DI FESTIVAL RAWAPUSUNG BEJI

Camat Pejawaran memotong rambut salah satu anak gimbal Beji

Festival Rawapusung Beji yang digelar selama dua hari yaitu tanggal 13-14 Oktober 2018 lalu berhasil memukau masyarakat Desa Beji Kecamatan Pejawaran. Rangkaian kegiatan Festival yang baru pertama kali diselenggarakan ini tampil luar biasa dengan suguhan pesona budaya khas pedesaan daerah pegunungan.  Tak pelak, ribuan warga pun datang menyerbu. Beberapa bahkan diketahui berasal dari kota kota tetangga seperti Wonosobo dan Batang.

 

“Senang sekali mas ada acara besar seperti ini. Selama hidup saya baru kali ini Beji ramainya mengalahkan lebaran “ tutur salah seorang warga, Miswan

Rangkaian acara Festival ini dimulai dengan acara pengambilan air di Rawapusung, yaitu sebuah mata air yang menurut kepercayaan warga merupakan mata air keramat dan sudah ada sejak jaman nenek moyang mereka. Pengambilan air ini dilakukan oleh sesepuh desa dengan diiringi oleh segenap warga berpakaian adat jawa dan menggunakan kendi tanah liat. Air yang diambil kemudian dicampurkan dengan air pesusen, yaitu air cucian beras yang akan digunakan untuk membuat bucu/nasi tumpeng.

Air yang sudah dicampur tersebut kemudian akan diletakkan disamping Dalang Ruwat yang sehari penuh melakonkan wayang ruwat yaitu berisi wejangan dan nasehat nasehat hidup kepada masyarakat. Setelah wayang ruwat berakhir, air kidungan tersebut akan dibagikan kepada masyarakat yang datang secara berbondong bondong dengan membawa “bumbung” atau tempat air lainnya

Festival pada hari pertama dilanjutkan dengan pementasan kesenian khas Desa Beji pada khususnya dan kecamatan pejawaran pada umumnya yaitu JEPIN. Jepin sendiri merupakan kesenian khas yang berupa beladiri Jawa kuno dikombinasikan dengan gerakan tarian dan tabuhan rebana sebagai pengatur tempo. Terakhir, rangkaian acara festival ditutup dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk oleh Ki Dalang Jono.

Pada hari kedua, pagelaran yang disajikan semakin beragam dan menarik. Dimulai dengan “dhahar sarap sesarengan” dimana ada 23 bucu disajikan dan kemudian dimakan secara bersama sama oleh warga di rumah candi atau rumah sesepuh pertama desa, pementasan kesenian dan tari oleh ibu ibu PKK seluruh RT se desa beji, pementasan Kuda lumping, Jepin, Kesenian Cimoi dan Pementasan grup organ tunggal CIPTA NADA yang seluruh anggotanya berasal dari desa beji.

Tepat pukul 13.00 WIB, acara yang dinantikan yaitu prosesi pemotongan rambut gembel pun dimulai. 3 orang anak berambut gembel dari beji dan sekitarnya diarak menggunakan tandu. Dengan diikuti oleh segenap warga masyarakat dan pengunjung yang hadir, mereka berarak menuju ke lokasi pencukuran yaitu embung Rawapusung. Pencukuran sendiri dilakukan oleh sesepuh desa, tokoh agama dan camat pejawaran, Drs. Aswan. Pada prosesi ini segenap warga masyarakat mengikuti rangkaiannya dengan khikmad. Mulai dari penjamasan, pemotongan, larungan dan doa bersama secara Islam. Suasana haru yang menyeruak mengakibatkan banyak yang berlinang air mata. Pada kesempatan itu dihadirkan pula 4 orang anak berambut gembel yang rencananya akan diruwat tahun depan.

Kepala desa Beji, Sarman, mengatakan bahwa masyarakatnya sangat mengharapkan agar Festival ini bisa digelar setiap tahun dengan peningkatan kualitas dan kreatifitas acara.

“ insyaalloh kami berkomitmen untuk melanjutkan acara ini agar semakin besar dan menjadikannya salah satu event budaya berskala nasional mas. Mohon doa restunya” tuturnya berapi api.

Satu hal yang unik dari penyelenggaraan Festival ini, penduduk menyediakan kurang lebih 40 hunian sementara (home stay) bagi para tamu seperti wartawan, fotografer, forkompincam, budayawan dan pengunjung lainnya secara gratis. Tidak dipungut biaya sama sekali. Bahkan ada beberapa orang tamu yang kemudian diberi oleh oleh berupa kentang dalam jumlah yang cukup banyak. Menarik bukan ?

Author: arif al azis

1 thought on “ADA CUKUR RAMBUT GEMBEL DI FESTIVAL RAWAPUSUNG BEJI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.